• Mirisnya Bila Mendengar Kata Korupsi di Indonesia

    Miris jika mendengar kata korupsi di Indonesia.Begitu banyak terjadi kasus korupsi di negara ini dengan berbagai macam konflik yang muncul menimbulkan banyak masalah dan banyak kerugian yang diterima oleh negara

  • DAMPAK DARI WARNA UANG RUPIAH BARU

    Kemiripan warna pada uang rupiah baru mengakibatkan sebagian orang mengalami kesalahpahaman.

  • Bank Indonesia (BI)

    BI adalah bank sentral Republik Indonesia.Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah

  • ISU-ISU UANG RUPIAH BARU

    Adanya uang rupiah baru yang dikeluarkan oleh pemerintah ternyata menguak kemunculan isu-isu dikalangan masyarakat.

  • KORUPSI MERAJALELA DI INDONESIA

    Di tahun 2017 dalam kurun 6 bulan,(1 Januari-30 Juni) tercatat ada 226 kasus korupsi, dengan jumlah tersangka 587 orang,yang merugikan negara sebesar Rp 1,83 triliun dan nilai suap Rp 118,1 miliar.

Tampilkan postingan dengan label Mading 3D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mading 3D. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Dibalik Persiapan Contest Perang Mading 3D

Perang madding disini adalah kontes karya 3D dengan berbagai konsep tetapi mempunyai satu tema sama yang ditentukan oleh pihak penyelenggara yaitu Radar Kediri. Tema yang diambil adalah tentang korupsi, mengapa mengambil tema korupsi mungkin karena sudah marak sekali berbagai kasus korupsi di Indonesia.

Sebenarnya banyak berbagai lomba yang diselenggarakan oleh Radar Kediri,seperti Perang Mading IX,Band Competion, Choir Festival ,Jaka dan Gadis Batik, Jurnalis Blog, Photograpy, ”PANJI” Collage Competion dan masih ada beberapa lagi. Akan tetapi sekoloah saya hanya memilih bidang lomba Perang Mading IX, Jurnalis Blog dan “Panji” Collage Competion.


Kembali lagi pada Peran Madinng IX ,menurut hasil wawancara yang saya dapat dari tim Perang Mading IX. Mereka mengambil konsep “tikus berdasi ” di mading tersebut terdapat miniature kantor polisi sebagai pelayanan masyarakat, gedung KPK sebagai gambaran pemberantas korupsi, dan dikarya tersebut juga menggambarkan kehidupan masyarakat kecil  jauh dari kata layak yang berdemo untuk meminta hakknya kepada pemerintah dengan berbanding balik kepada kehidupan di perumahan elite dengan kehidupan mewah.

Tujuan dari konsep Perang Mading IX “tikus berdasi” supaya khalayak luas tahu apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia. Serta, untuk menumbuhkan fikiran kepada pengunjung yang melihat untuk tidak menyalahgunakan dan sadar bahwa korupsi ialah perbuatan yang sangat merugikan.


Tim Perang Mading IX dalam mengerjakan tugasnya menggunakan bahan yang sangat ramah lingkungan seperti kardus bekas untuk miniatur bangunan-bangunannya. Botol bekas bewarna hijau untuk pepohonan yang dibentuk dengan semenarik mungkin agar terkesan bagus dan nyata. Pelepah pisang untuk lapisan dindimg rumah masyarakat kecil agar terlihat lebih menirik pelepah tersebut dilapisi dengan vernis. Kapas untuk membuat sungai, kapas tersebut diberi warna untuk menggambarkan sungai. Kapas juga digunakan untuk membuat daun-daun yang rantingnya terbuat dari ranting-ranting kering pohon kecil.

Kesulitan yang dialami Tim Perang Mading dalam menyelesaikan tugasnya ialah merekatkan bagian perbagian menggunakan lem karena merekatkannya harus menunggu objek benar-benar kering dan melekat. Kejadian tidak didugapun juga terjadi pada saat pembuatan mading, mata salah satu peserta putri terkena cairan lem pada saat merekatkan salah satu bagian.Akhirnya siswa tersebut dilarikan di PUKESMAS Papar namun, PUKESMAS tersebut tidak bisa menangani karena kurangnya tenaga medis akhirnya, dilarikan siswi tersebut dibawa ke dokter spesalis mata.

Kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk peserta lain agar lebih waspada dalam menyelesaikan tugas. Jika tidak berhati-hati akan merugikan diri sendiri dan tim. Kekompakan dalam tim sangatlah penting dan sangat dibutuhkan. Mengapa demikian? karena tanpa kekompakan kemungkinan besar hasil dari pekerjaannya tidak akan memuaskan. Didalam dibutuhakan komunikasi dan keterbukaan dengan adanya ini pastinya bila ada masalah nantinya akan segera teratasi dengan cepat dan baik.



Oleh: Fatimatuz Zahra




Share:

Mading 3D: Pemusnah Korupsi

School Contest yang diselenggarakan oleh Radar Kediri da berbagai macam kategori. Salah satu dari banyaknya kategori adalah Mading 3D. Tema dari kategori Mading 3D sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara, temanya ialah korupsi. Tema korupsi ditujukan untuk para penikmat karya tersebut agar menumbuhkan pemikiran bahwa korupsi tidak selayaknya diperbuat.



Karya Mading 3D yang oleh rekan-rekan dari SMKN 1 Purwoasri dibuat untuk menggambarkanperistiwa di Indonesia yang rawan akan terjadinya korupsi. Dalam karya tersebut akan menggambarkan beberapa perumahan elite, gedung-gedung pemerintah, rumah masyarakat miskin, infrastruktur daerah, fasilitas daerah untuk rakyat, dan demo yang dilakukan masyarakat. Gambaran tersebut bermakna bahwa perumahan elite yang dimiliki oleh para pejabat didominasi dari hasil korupsi. Bukan hanya itu, makna dari hal tersebut ialah memberikan suatu motivasi melalui karaya tersebut tentang korupsi. Masyarakat kecil hanya dapat menikmati hidup dalam keterbatasan ekonomi. Demo-demo sering sekali dilakukan oleh masyarakat demi menuntut hak mereka.


Proses pembuatan mading 3D ini sudah dilakukan ole rekan-rekan Mading 3D selama + 2 minggu. Rencananya, pada saat menampilkan karya tersebut Mading 3D yang dibuat harus sudah siap secara keseluruhannya. Dalam pembuatan karya Mading 3D ini, diprioritaskan menggunakan bahan-bahan daur ulang. Bahan daur ulang yang dipakai dapat berupa bahan organik dan anorganik.




Daur ulang yang mendominasi karya tersebut adalah kardus. Kardus tersebut dipilih sebagai bahan utama dikarenakan oleh banyaknya kardus-kardus bekas yang menjadi sampah serta menjadi bahan yang mudah dicari dan dimiliki oleh setiap personil tim Mading 3D. Bahan itu dimodifikasi dengan sedemikian rupa agar nampak nyata. Hasil modifikasi inilah yang menjadi daya tarik estetika karya tersebut.




Selain bahan daur ulang kardus, rekan-rekan Mading 3D juga menggunakan bahn lain, yaitu bahan dari limbah organik. Limbah organik yang digunakan ialah pelepah pisang, daun nangka, kapas, serta ranting pohon. Dari bahan-bahan itulah mereka membuat karya yang ternilai itu. Alasan mereka memilih pelepah pisang dan daun nangka untuk pembuatan karya tersebut adalah mudahnya bahan tersebut dijumpai dan juga mudah dibentuk. Kapas dan ranting pohon dipilih untuk membuat pohon dan memberikan kesan nyata, selain itu keduanya mudah dikolaborasikan. Dari bahan yang dipilih, tentunya sudah dipertimbangkan bagaimana kualitas dari bahan-bahan tersebut. Disisi lain ada juga ada problem yang dialami oleh rekan-rekan Mading 3D.

Dalam tim Mading 3D tentunya akan terjadi banyak konflik jika mereka tidak saling menjaga kekompakan mereka. Cara mereka menjaga kekompakan mereka adalah dengan cara saling komunikasi dengan baik. Selain itu ada juga cara lain yang mereka lakukan untuk menjaga kekompakan mereka ialah rasa profesionalitas dalam menjalankan tugas masing-masing. Dengan cara tersebut kekompakan mereka akan terjaga serta mendukung kesuksesan dari agenda mereka.

Beberapa kesulitan juga dialami oleh rekan-rekan dalam proses pengerjaan karya mereka. Kesulitan yang mereka alami sangat banyak, salah satunya adalah sulitnya merapatkan bagian dari karya yang mereka buat. dari kesulitan itu mereka berdiskusi bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Dari situ pula mereka mengerti arti kekompakan dalam suatu tim, serta kebersamaan dam kerja sama.


Dalam tim Mading 3D setiap personil yang ada dalam tim tersebut, tidak dipilih dengan sembarangan. Mereka dipilih menjadi tim Mading 3D didasarkan dengan banyak pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah nilai uji coba membuat miniatur sejarah yang dilakukan oleh seluruh siswa kelas X SMKN 1 Purwoasri.



Penulis: Widiya Prestiyaningrum
Share:

Warta Smeksapur